Pikiran vs Perasaan

hehe sekali-kali gw mau share hal selain tentang makanan kali ini...
Karena sering gw liat banyak temen2 gw termasuk gw juga sih, kadang masih sulit untuk meng-kompromikan antara perasaan dan pikiran. Semua hal apa pun yang dikerjaan oleh manusia, pasti akan ada campuran "larutan perasaan dan pikiran"tinggal kadar larutan masing-masing saja berapa % yang dominan. Dua situasi yang menurut gw kadang kita sulit untuk menentukan "kadar larutan" tersebut yaitu relationship dan pekerjaan.

Relationship. terkadang kita menjalin hubungan special dengan seseorang awalnya secara tidak sadar "kadar larutan" perasaan lebih besar dibandingkan dengan pikiran. Hal itu sih gw anggap wajar yaa apa lagi dalam tahap pendekatan, karena itu ada campuran yang dominan yang namanya kabut suka, penasaran dan tantangan. Itu kadang yang men-drive kita untuk melakukan pedekate bermodalkan perasaan BUKAN untung rugi (ya walaupun ada sih beberapa orang hal itu lebih dominan)... Apa cowo sama cewe sama? gw rasa sama yah, jaman sekarang, ga sedikit cewe yang juga melakukan emansipasi mendekati cowo. Malah kalo sampai berlebihan sekali dan kita ga bisa kontrol kadar tersebut kadang bisa menimbulkan perselingkuhan dengan orang yang single juga or sudah berkeluarga.

Seiring dengan waktu perbandingan "kadar larutan perasaan dan pikiran" itu mengalami evolusi, dan kadang2 sangat bergejolak sehingga efek domino nya kita bisa merasakan rasa cemburu, egois, posesif, negatif thinking, bahkah selalu memiliki persepsi sendiri terhadap hal2 yang sebenarnya tidak terjadi atau tidak sejauh itu...rasa cuek karena telah merasa memiliki, dll...sehingga terjadi lah gesekan-gesekan alias berantem hehe...kemudian "kadar larutan" itu berubah lagi (menyesuaikan)...akhirnya kondisi yang panas tadi mereda lagi...begitu seterus nya sampai kita masuk ke tahap JENUH....

Begitu yang namanya JENUH ini terbentuk maka "kadar larutan" tadi ber-evolusi kembali dengan kadar yang mendominasi adalah PIKIRAN, sedangkan perasaan terkikis banyak....begitu "kadar larutan" pikiran ini menguasai sepenuhnya akan menimbulkan rasa cuek, masa bodo, dan tidak peduli...menurut gw sih kalo udah sampe ke tahap ini lebih baik sudahi saja hubungan tsb dengan terus terang...jelek nya terkadang kita menunda-nunda hal ini, yang akhir nya menjadi polemik dan disintegrasi hubungan hehe...perang mlulu...dan kalo bisa jangan libatkan pihak ke 3 dalam hal ini kalo cm sekedar curhat aja sih gpp tp kalo sampe terlalu jauh hasil nya bisa lebih ribet lagi...

hmmm ya i've been there...kita semua pernah lah berada di situasi seperti itu...ada yang bilang "dewasa lah melihat suatu masalah" ya memang, tp dewasa yang gimana??...jawaban nya ada di diri kita masing-masing, sejauh mana dan seberapa lama diri kita mau disibukan, diribetkan, dan direcoki hal-hal seperti ini, padahal masih banyak hal yang lebih penting yang harus diurus...apa lagi yang sudah berkeluarga dan punya anak...banyak yang perlu diselamatkan dan dibahas dibandingkan terlalu lama ber-kemelut tentang hal yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan muda dan simple

nanti kita lanjutin lagi ya, mengenai ini.....i've something to do...(to be continue)

"Perjalan hidup ini buatlah simple, BUKAN menggampangkan"