Gerakan Seribu Rupiah Penderita GBS

Jakarta - bulan Agustus 2011 lalu saya diberitahu oleh rekan kerja saya Andi bahwa ada dua anak teman sekolahnya dia yang mengalami penyakit Gullain Barre Syndrome (GBS) yang butuh bantuan dana . Anak itu namanya Muhammad Azka Arriziq asal Bogor. Anak laki yang berusia 4 tahun ini telah 10 hari menjalani perawatan di RS Azra, Bogor dan sama-sama tidak bisa bernapas tanpa bantuan ventilator dan satu lagi namanya Shafa Azalia (4). Sudah hampir satu tahun putri kandung Zulkarnen itu hidup dengan bantuan ventilator dan obat-obatan.

Brief sebelum peluncuruan Gerakan Seribu Rupiah

Menurut Wikipedia Sindrom Guillain–Barré (SGB) atau radang polineuropati demyelinasi akut adalah peradangan akut yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas. Sindrom ini ditemukan pada tahun 1916 oleh Georges Guillain, Jean-Alexandre Barré, dan André Strohl. Mereka menemukan sindrom ini pada dua tentara yang menderita keabnormalan peningkatan produksi protein cairan otak. Diagnosis SGB dapat dilakukan dengan menganalisa cairan otak dan electrodiagnostic. Indikasi terjadinya infeksi adalah kenaikan sel darah putih pada cairan otak. Sedangkan bila menggunakan electrodiagnostic, dapat melalui pemeriksaan konduksi sel saraf.


Anak-anak pun ikut partisipasi memberikan donasi


Akhirnya dicanangkanlah Gerakan Seribu Rupiah Peduli Azka dan Shafa, melalui berbagai media dan publikasi teman saya dan panitia terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi membantu pengobatan Azka dan Shafa. Gw pun terdorong untuk ikut partisipasi di gerakan ini.