Jalan2Desa: Tri Hita Karana dan Desa Tenganan

Saat gw kunjungi desa ini, kondisi cuaca di Bali sedang hujan, buat gw hujan adalah anugerah, menambah aroma dan aura kerukunan dan kebersamaan desa yang damai dan asri ini. Percampuran aroma dupa dari persembahyangan yang dilakukan, aroma kayu bakar dari dapur tradisional dan aroma tanah dan daun basah yang membuat gw merasakan dimensi lain begitu memasuki desa ini.

Desa yang sangat unik dan menarik ini dapat ditempuh kurang lebih 1 jam dari Kabupaten Karangasem, Bali. Masyarakat yang tinggal di Desa Tenganan ini adalah suku asli Bali yang tetap mempertahankan hidup tradisional sampai saat ini. Salah satu prinsip hidup penduduk desa ini adalah Tri Hita Karana dan memegang teguh prinsip hidup Tri Hita Karana (konsep dalam ajaran Hindu) yang diwujudkannya dalam kehidupan sehari-hari di desanya.

Tri berarti tiga dan Hita Karana berarti penyebab kebahagiaan untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan. Tri Hita Karana terdiri dari Perahyangan (hubungan yang seimbang antara manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan harmonis antara manusia dengan manusia lainnya), dan Palemahan (hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya). Terlihat dari cara mereka saling menyapa satu sama lain, bagaimana mereka memperlakukan alam sekitar nya dan bagaimana mereka melakukan upacara sebagai tanda rasa syukur dan mengagung Hyang Widi sebagai pencipta alam semesta.