Pitra Yadnya (Pengabenan) I Ketut Sumanasa

Bali - Selama seminggu lalu saya pulang ke Bali untuk menjalani prosesi Ngaben. Ada 3 orang yang di Aben: kakek, nenek dan adik kakek saya. Kakek saya I Ketut Sumanasa sudah 3 tahum lalu meninggal dengan kondisi sedang tertidur di usia tepat 100th, nenek saya Ni Nyoman Ragi sdh berpulang 10th lalu dan Ni Ketut Rebo adik kakek saya sudah 14 tahun lalu wafat. Karena ayah saya adalah anak pertama laki2 dari 9 bersaudara maka kesepakatan keluarga akan diadakan prosesi Ngaben 25-31 September lalu di Bali.


Ngaben adalah prosesi upacara pembakaran jenazah atau kremasi umat Hindu di Bali, Indonesia. Acara Ngaben merupakan ritual yang dilakukan oleh unat Hindu Bali sebagai bentuk penghormatan dan bakti pada leluhur agar para leluhur mendapatkan tepat yang baik pada kehidupan mendatang. Jenazah kakek, nenek dan adik kakek teah di kubur dulu selama ini untuk mengembalikan semua unsur badan manusia yang berasal dari bumi (Ibu Pertiwi)...setelah sekian lama unsur tanak akan habis kembali ke tanah dan tersisa unsur-unsur lain yang seperti udara, air, api dan ether. Dan Ngaben ini adalah prosesi untuk menyepurnakan proses tersebut.Dalam diri manusia mempunyai beberapa unsur, dan semua ini digerakan oleh nyawa/roh yang diberikan Sang Pencipta. Saat manusia meninggal, yang ditinggalkan hanya jasad kasarnya saja, sedangkan roh masih ada dan terus kekal sampai akhir jaman. Di saat itu upacara Ngaben ini terjadi sebagai proses penyucian roh saat meninggalkan badan kasar.


Nah prosesi yang dilakukan cukup panjang  dari persiapan sarana dan prasarana hingga pasca Ngaben semua perlu dipersiapkan dengan detil...seperti pembangunan tempat acara, persiapan bahan-bahan konsumsi, dan sarana prasarana persembahyangan. (berlanjut)