Wirausaha: Sukses Bisnis "Dupa Ayur" Made Dwija Wijaya

Wisata wirausaha saya di Bali selanjutnya adalah mengunjungi usaha Bli Made Dwija Wijaya. Kisah usahanya dituturkan I Made Dwija Wijaya, pemilik usaha pembuatan dupa bernama Dupa Ayur di Denpasar. Kisah nya dari keprihatinan dan semangat untuk merubah menjadi kondisi masyarakat disekitar tempat tinggal bli Made, banyak nya kriminalitas yang berkembang dan praktek prostitusi dari para pendatang di wilayah tempat tinggal nya membuat Bli Made memutar otak untuk bagaimana cara jita untuk mempengaruhi masyarakat untuk berubah. Bli Made memulai "pergerakan" yang mengkombinasikan antara pendekatan Spiritual (bukan agama) dan Social Economic. "Kalo ekonomi nya terpenuhi maka spiritual nya akan mudah untuk diperbaiki" ujar nya.

Pria yang sangat sederhana ini merintis usaha ini pada 2003 namun baru benar-benar beroperasi secara komersial pada 2005. Keputusannya membuat usaha dupa dipicu oleh kenyataan bahwa kebutuhan dupa di Bali justru banyak bergantung dari wilayah di luar Bali. Padahal, dupa merupakan sarana penting dalam kegiatan kegamaan di Bali. “Bayangkan, setiap hari ada 10 ton dupa yang datang dari luar Bali,” tutur Made Dwija.


Made Dwija Wijaya bersama karyawan nya yang rata-rata ibu ramh tangga

Selama periode awal usahanya, Made Dwija mengaku banyak merugi. Saat itu, dia masih belum menemukan komposisi yang tepat supaya bisa untung. Seringkali dengan harga dupa yang dijual ternyata tidak menutupi biaya produksi. “Baru pada 2005 saya menemukan ekulibrium, kira-kira untruk bisa untung, komposisinya seperti apa,” kenang dia. Sejak itu, perlahan demi perlahan, usaha Made Dwija mulai berkembang.

Ibu-ibu yang menfaatkan waktu luang bekerja membuat dupa

Apalagi sejak mendapat bantuan pendanaan dari PT Sarana Bali Ventura, perusahaan di bidang modal ventura. Usaha pembuatan dupa yang semula hanya dikerjakan 8 tenaga kerja kini melibatkan 50 tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar. Uniknya, seluruh pekerja di Dupa Ayur adalah perempuan. “Ini adalah bagian dari pemberdayaan masyarakat, karena memang menjadi salah satu tujuan saya saat membuka usaha dupa,” ungkap Made Dwija.

Dupa Ayur

Bli Made Dwija memanfaatkan para ibu-ibu rumah tangga yang ada di sekitar rumah nya untuk menjdi karyawan dan bersama-sama merintis usaha ini. Saya tanyakan, kenapa ibu-ibu rumah tangga bli?...."Karena ibu-ibu rumah tangga lebih teliti dan bertanggung jawab dibanding pria nya, dan mereka mau bekerja lebih rajin" jawab Made.



Saat ini produksi Dupa Ayur mencapai 25 ribu batang dupa per hari dengan omzet rata-rata Rp 200 juta per bulan. Berbeda dengan dupa pada umumnya, dupa yang diproduksi Dupa Ayur menggunakan bahan baku rempah-rempah. “Untuk dupa berbahan baku rempah-rempah ini belum ada yang produksi di Bali, sehinga bisa dibilang belum ada pesaing,” singkap Made Dwija.