[EVENT] Festival Orang Basudara



Jakarta, Melalui proses panjang nan berliku, pada tahun 2013, Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina, berpatisipasi mendorong publikasi naskah-naskah tersebut ke dalam buku Carita Orang Basudara (2014). Berupaya menyebarluaskan pesan perdamaian, LAIM dan PUSAD bekerja sama dengan The Asia Foundation (TAF), Goethe Institut, Tempo Institute, Maluku Photo Club, Ambon Bergerak dan Arumbai menggelar peluncuran buku Carita Orang Basudara bertajuk “Festival Orang Basudara” di Goethe Institut, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/3).


Pameran Foto "Festival Orang Basudara"


Konflik komunal 15 tahun silam di Maluku menyisakan kisah pilu bagi masyarakat Ambon, tentu saja dirasakan bangsa Indonesia. Berbagai cara rekosiliasi perdamaian dilakukan oleh seluruh ornamen bangsa Indonesia. Upaya ini sangat tidak mudah dengan berbagai pertimbangan dan negosiasi "kepentingan", tapi upaya masyarakat Maluku tidak berhenti.

Para tokoh yang hadir


Kisah dan pengalaman mereka penting disiarkan, bukan saja untuk menopang pembangunan kembali masyarakat Maluku, tapi jadi panutan bagi masyarakat di tempat lain. Agar pengalamanan dan kesaksian mereka tidak hanya menguap di udara, LAIM (Lembaga Antar Iman Maluku) berinsiatif mendokumentasikan pengalaman-pengalaman mereka. Sejak 2007, LAIM merangkul sejumlah individu untuk menceritakan kisah mereka.

Sampul buku "Carita Orang Basudara"
Diacara ini juga dilakukan pemutara film perdana dari Glenn Fredly berjudul "Cahaya Dari Timur, Beta Maluku" yang disutradarai Angga Sasongko. Berikut ulasan nya:




Sebelumnya diawal tahun 2014 ratusan warga berkumpul di Monumen Gong Perdamaian Dunia di Ambon untuk mengenang pecahnya konflik kemanusiaan yang berkecamuk di kota itu 15 tahun silam, tepatnya pada 19 Januari 1999. Sekitar 500 warga dari dua komunitas berbeda ini tumpah ruah di Monumen Tugu Gong Perdamaian Dunia sejak Minggu (19/1/2014) sore. Sebelumnya warga sempat mengikuti pawai keliling kota Ambon dengan becak dan sejumlah kendaraan lainnya.

Para [engunjung[un ikut memberikan pesan perdamaian