[TRAVELING] Blusukan di Pasar Santa Jakarta - Creative Community


Jakarta. Awal tahun 2015 saya mulai jalan-jalan saya ke Kawasan Pasar Santa di Jalan Cipaku, Kebayoran Baru, Jakarta. Apa yang terlintas ketika kita mendengar Pasar Santa? Pasti terkesan kumuh dan becek. Terus terang saya jarang sekali medatangi pasar ini.

Seperti yang dikutip dari kompas.com menurut Kepala Pasar Santa Bambang Sugiarto, tahun 1971 menjadi langkah awal berdirinya pasar tersebut. Pasar tua itu awalnya tidak berbentuk permanen. "Pada 15 Mei 2007, pasar dibuat permanen dengan 1.151 tempat usaha di dalamnya," ujar Bambang . Dahulu, Pasar Santa hanya menjual sembilan bahan pokok untuk sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, lantai 1 Pasar Santa pun menyesuaikan diri dengan mengajak komunitas batik untuk bergabung di dalamnya. Harapan nya menarik pangsa pasar, usaha itu tetap tidak mampu menggaet konsumen ke pasar tersebut. Setelah dianalisis, komunitas itu tidak memiliki pangsa yang banyak.


Salah satu sudut kios penjual sembako di lantai bawah Pasar Santa

Rasa penasaran saya semakin berhembus kencang ketika terdengar kabar ada konsep baru yang sedang dikembangkan di Pasar Santa ini. Sejak akhir tahun 2014 tempat ini menjadi sorotan anak muda Jakarta sebagai alah satu tempat gaul Jakarta (Kawasan hipster). Pasar yang biasa jualan sayuran, buah dan kebutuhan lain nya sekarang banyak tempat hang out yang keren-keren.

Design salah satu kios di Pasar Santa

Kalo kesini katanya harus hari Kamis- Minggu sore kalo siang blum pada buka. Hari Minggu lalu (18/01) akhir nya saya dan sahabat saya Ananta datang dengan taxi biar parkir nya gampang (kalo bawa mobil susah parkir nya). Saking penasaran nya saya begitu sampai saya langsung blusukan ke kios-kios dilantai dua Pasar Santa yang ternyata diisi oleh komunitas pecinta industri kreatif, barang antik dan piringan hitam. Tentu ini sangat menarik perhatian saya dan anak-anak muda jaman sekarang karena unik banget.

Erick Pemilik Kios Ragtime Record


Salah satu kios yang saya kunjungi adalah kios "Ragtime Record" milik Mas Erick. Kios yang belum lama buka di Pasar Santa ini menjual rekaman piringan hitam khusus lagu-lagu "black music" RnB, Soul, Jazz, Hip Hop dan Regae. Selain piringan kios "Ragtime Record" juga menyediakan aneka pernak-pernik unik yang terbuat dari kulit, kaos tshit, CD music band indy, bahkan ada pernak pernik ala suku Indian.


Pernak pernik unik "Ragtime Record"

Ada juga kios yang khusus memjual barang-barang antik namanya "Tumbul Collection Vintage Store. Kios ini menyejuan beberapa barang vintage alias antik seperti GameWatch yang dulu masa kecil saya sering saya mainkan. ada juga berbagai macam piring makan dan botol susu. Katanya yang paling tua di kios ini adalah botol susu. Ada juga baju-baju wanita yang dipajang dengan design yang antik.

"Tumbul Collection Vintage Store"

so vintage....

Bahkan kios-kios dengan ukuran 2x2 meter itu ramai dikunjungi para hipster hingga malam hari.
Banyak kios menjadi ajang berdiskusi, ngobrol santai hingga membuat suatu karya seni. Menarik bukan? Daripada menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan lebih baik berkunjung ke Pasar Santa untuk mengenal berbagai komunitas kreatif.

Salah satu karya di kios "Sodara Jauh Art Inistiative" 

Salah satu karya di kios "Sodara Jauh Art Inistiative"

Salah satu karya di kios "Sodara Jauh Art Inistiative"

ROCKICKZ dry clean shoes

Pasar Santa bakal makin ramai, bisa jadi bakal susah buat nongkrong, bahkan bisa merubah image buruk pasar traditional. Nanti kalo mau kesini mungkin harus bawa kursi sendiri dan kipas sendiri kali yah haha. Sebelum semua itu terjadi, inilah saatnya untuk merasakan kebangkitan Pasar Santa.  

"Sodara Jauh Art Inistiative"
Aziz Wicaksono|Yonaz|Muchlis Fachri
085641041191
FB: Arcolabs
Twitter: Arcplabs
IG: Arcolabs

ROCKICKZ 
087778481901
Pasar Santa Lt Dasar

Ragtime Records
Santa Modern Market AKS 99 Ground Floor
081213404886
email: ragtimejakarta@gmail.com
IG: ragtimerecordsjakarta

Tumbul Collection Vintage Store
IG: tumbulvintages
HP: 081294053292