[TRAVELING] Cerita Tentang Jendral Yuen Fei dan Cakwe



Setelah puas mengunjungi "West Lake" walau ga semua sisi saya kunjungi, saya pun berkunjung ke situs makam "Yue Fei". Konon Yue Fei adalah seorang jendral muda yang sangat loyal kepada Kaisar yang kemudian bunuh diri untuk menunjukan loyalitas nya kepada sang kaisar. (Ini namanya loyalitas tanpa batas hehe. Cerita nya Yue Fei lahir dari keluarga yang miskin dan sederhana, namun demikian kelak ia berhasil menjadi jenderal yang penuh integritas.





Singkat cerita walaupun Yue Fei dan pasukannya memenangkan berbagai peperangan dan bisa memulihkan kondisi Dinasti Song Selatan, ada musuh dari dalam yang mengintai. Musuh itu adalah seorang gila harta bernama Qin Hui. Qin Hui menebarkan fitnah palsu sehingga Yue Fei akhirnya dikirim ke penjara dan dihukum mati.



Untuk menuju kuil dan komplek makam Yue Fei dari West Lake kita harus berjalan kaki lagi selama 15 menit. Emang ga jauh sih tempat nya....Komplek makam Jenderal Yue Fei saat kini masih menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di Hangzhou.



Ceritanya bangunan ini terletak di bagian selatan Kaki Bukit Qixia. Bangunan kuil dan makam yang ada sekarang merupakan bangunan yang kebanyakan dibangun pada masa Dinasti Qing. Kompleks makam dan kuil ini terdiri dari taman makam, kuil memorial dan kuil kesetiaan.



Di sudut barat kompleks ini terdapat taman makam yang menghadap ke timur. Dua buah kuil dibangun masing-masing di bagian selatan dengan arah menghadap ke selatan. Gerbang Kuil Memorial Yue Fei menghadap ke arah Danau Yue, salah satu bagian dari lima seksi Danau Xihu.



Di antara makam, kuil dan Danau Yue berdiri sebuah ‘hifang’ atau pintu gerbang bertuliskan ‘Kesetiaan Tanpa Batas’.Tradisi meludah di makam Yue Fei Meski berkeinginan untuk menumpas pasukan Jin, dan mengembalikan wilayah Cina yang dijajah, Yue Fei justru menghadapi tantangan dari dalam istana.



Kuil yang masih berdiri sampai sekarang merupakan hasil restorasi tahun 1923. Di dalamnya terdapat sebuah arca setinggi 4.54 meter lengkap dengan pedang di tangan, siap untuk berperang kapan saja.
Di belakangnya terdapat kaligrafi karya Yue Fei yang berbunyi “Kembalikan gunung dan sungai pada kami”. Ini menunjukkan rasa patriotisme dan perlawanan Yue Fei pada Negeri Jin (Kim).


Di kedua sisi kuil terdapat 120 prasasti yang di atasnya di-grafir puisi-puisi ciptaan Yue Fei. Di sebelah kanan Kuil memorial terdapat Musoleum Yue Fei. Di sini terdapat 4 patung besi masing-masing Qin Hui dan istrinya, Zhang Jun dan Mo Qixie yang sedang berlutut di depan makam.

Di masa silam terdapat tradisi memaki dan meludahi keempat patung ini yang dilakukan oleh pengunjung yang berjiarah ke makam Yue Fei. Pengunjung bahkan boleh melepas sepatu dan melemparkannya ke dua patung tersebut.



Kini terdapat tanda “jangan meludah” di sisi setiap patung. Sebagai gantinya para pengunjung melakukan “tradisi” lain untuk mengungkapkan kekesalan kepada empat penghianat itu yakni dengan cara menampar bagian belakang kepala patung tersebebut.

Ada satu hal lagi yang di masa silam diidentikkan dengan Qin Hui yakni makanan yang kita kenal dengan nama Cakwe. Dahulu, Cakwe yang dalam bahasa Mandarin dikenal dengan “Youtiao” sering diibaratkan sebagai Qin Hui yang suka berkhianat. Untuk melampiaskan kegemasan pada Qin Hui, rakyat Cina menggoreng Cakwe dalam minyak yang panas!