[Ngobrol] Perjuangan Hidup Pak Manto Lewat Mainan Bambu

Waktu saya SD, tiada hari tanpa bermain bersama teman-teman. Kala itu permainan semua berbentuk interaksi langsung dengan lawan, apapun bentuk permainan nya. Gangsing, kelereng, layangan, tank-tank-an, petak umpet, karambol, dll. Ungkapan terpancar secara langusng dan alamiah akan rasa senang karena menang, kecewa karena kalah sangat lah terasa.

Hari Minggu lalu saya menikmati CFD di Jakarta, dan tampa sengaja bertemu dengan salah satu penjualn mainan khas jawa berbahan baku bambu, namanya Pak Suparmanto, asal Desa Semin, sekitar Wonosari, Yogyakarta. Bapak ini berjualan gangsing, pluit bambu yang bisa mengeluarkan suara-suara burung dan suling bambu. Menurut obrolan saya dengan Pak Manto ini, semua bahan bahan bambu dan pengerjaan nya emua dilakukan di Yogya.....Hah Yogya? Ya...didesa nya hampir semua warga nya mengerjakan kerajinan pembiatan mainan berbahan baku bambu, yang kemudia di bawa dan di jual di Jakarta.

"Pak kenapa bapak masih berani jualan mainan bambu ini?" tanya saya. Ditengah banjirnya mainan gadget dunia maya, saya rasa akan sulit untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan mainan ini. "Ini saya jualan masih untung mas, karena ongkos produksi nya murah sekali" jelas Pak Manto, itu sudah termasuk ongkos saya pulang ke jogja untuk ambil barang.



Dengan ceria nya dia menjelaskan bagaimana proses pembuatan hingga distribusi nya ke Jakarta. Singkat cerita, bapak ini memberitahukan bahw banyak nilai luhur yang ada di mainan tradisional ini. Pak Manto bilang, semua mainan yang di bawa ke Jakarta semua terjual kepada kalangan keluarga yang mendidik anak-anak nya untuk tahu tentang mainan dari bambu ini.


Bagi dia, permainan ini wajib dilestarikan dan diperkenalkan kepada anak-anak usia dini. Saya pun meyakini bahwa permainan tradisional lebih memberikan banyak manfaat, karena permainan tradisional membuat anak-anak lebih banyak mengerakan tubuh mereka sehingga akan membuat tubuh mereka lebih sehat.



Selain memperbanyak teman, banyak kreatifitas yang dapat dilakukan dengan mainan ini. Anak-anak Indonesia perlu sejak dini diperkenalkan berbagai macam mainan khas Indonesia agar mengenal jati dirinya dan memperkuat kemampuan interaksi sosial nya.

Dengan berjualan ini Pak Suparmanto bisa menyekolahkan anak-anak nya dan mengirimkan rejeki nya ke keluarganya di Yogyakarta. Jika bukan kita, siapa lagi yang bisa mempertahan kan kebudayaan asli Indonesia melalui mainan ini tutup Pak Manto.