[Food&Resto] Kedai Kopi Es Tak Kie Tak Lekang Jaman


Di Gang Gloria ini ada satu "monumen" kuliner atau tempat ngopi berusia lebih dr 40th dan tersohor di Jakarta, yaitu Kedai Kopi Es Tak Kie. Salah satu kawasan yang dikategorikan legend di Jakarta ini adalah kawasan Gang Gloria di kawasan Glodok, Jakarta Pusat. Nama Gang Gloria ini di ambil dari sebuah supermarket dan bioskop “Gloria” pernah sohor di kawasan pecinan ini pada 1970-an hingga 1990-an, sehingga namanya diabadikan sebagai penanda nama sebuah gang.




Pertama kali saya melihat artikel tentang Kopi Es Tak Kie saat saya melakukan pejalanan ke Bali. Saya melihat sebuah tempat kopi yang bisa membawa kita ke era Jakarta di tahun 1970an. Akhirnya saya pun memuruskan untuk mengunjungi tempat bersejarah ini di kawasan Gang Gloria Glodok, tepatnya jalan Pancoran, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.



Jika anda datang ketempat ini dan membawa kendaraan, parkirkan kendaraan anda di Jalan Pancoran dan masuk ke Gang Gloria. Gang yang banyak sekali tempat makan nya. berbeda dengan Gang yang menuju ke Kuit Petak Sembilan. Gang ini berseberangan.



Kopi Es Susu Tak Kie IDR 11,000

Bersama dua sahabat saya, Ezki dan Gino mulai menikmati dan terbawa suasana "jadul" dan kebersamaan ditempat ini. Dari membahas negara hingga membahas tentang agama bahkan "Tuhan" pun kita bicarakan disini.



Emang luar biasa dengan harga Rp 10,000 - Rp 11,000 per gelas, aura santai di Kedai Kopi Es Tak Kie ini dikelola oleh Latif Yulus, yang lebih akrab disapa Koh Ayauw (62) ini sangat terasa banget seakan terbius suasana santai disini, saya jadi malas bergerak. Karena saya perlu foto-foto untuk blog ini saya paksakan untuk melihat-lihat sekeliling.

Kedai ini buka mulai jam 7 pagi sampai jam 2 sore. Konon Ayauw merupakan generasi ketiga pengelola kedai ini. Saya bukan penggemar kopi sejati, tapi ini pertama kali saya merasa kopi disini enak banget, kopi es nya segar sekali dan tidak bikin perut berontak. Manis nya pas aroma kopi nya masih harum.



Ceritanya, menginjak tahun 1976 ketika Ayauw memegang kedai kopi, ia mencoba mengkombinasikan beberapa jenis kopi dalam satu gelas besar untuk dinikmati penggemar kopi. Ia membeli biji-biji kopi untuk digiling sendiri. Es kopi Tak Kie merupakan campuran kopi dari jenis kopi kopi Robusta maupun Arabika dari Lampung, Toraja, sampai Sidikalang.



Aura santai, kebersamaan, kekeluargaan sangat membuat kita nyaman disini. Bahkan secara tidak sengaja kami pun ngobrol bersama salah satu pengunjung di sini. Saya lupa nama beliau. Tapi beliau sudah 20th lebih menjadi pelanggan di kedai ini. Dengan pakaian seadanya, sangat santai, beliau menyapa kita dengan ramah, mungkin karena kita terlihat seperti turis lokal haha...singkat cerita beliau adalah pemilik beberapa kapal ikan dan beberapa cool storage. Kita pun ternganga hahaha....

Sebuah sensasi tersendiri berada di kedai ini, seakan terlepas dari kepenatan ibu kota dan menikmati segelas kopi es ala Kedai Tak Kie dikelilingi bebrbagai macam latar belakang orang yang disatukan dalam sebuah kedai kopi.

Sup Tauco Pioh IDR 45,000
Selain segelas es kopi yang dahsyat, disekitar kedai kopi banyak makanan-makanan yang dahsyat pula. Bahkan terlihat ekstrim, salah satu makanan yang saya coba dan jarang sekali saya temukan makanan ini di Jakarta, yaitu Soup Tauco Pioh. Pioh adaah sejenis daging penyu yang diternakan oleh panangkaran.

Ini dia Soup Tauco Pioh

Buat yang belum merasakan daging Pioh, rasanya seperti daging ikan tetapi kekenyalan nya seperti daging kambing muda yang empuk banget. ditambah kuah dengan aroma chinese herbs yang khas. Makan dengan hangat-hangat dan minum nya Kopi Es....Mantapppppssss!!!

Kalo lo mau menu lain juga ada tapi kebanyakan sih berbahan baku pork, ada juga yang non pork, seperti Lontong Cap Go Meh, Chicken Rice dan aneka makanan laut.

Habis ini ada kelanjutan nya lagi menyusul.....