Etika Komunikasi Jadul Kita dari kecil sudah diperkenalkan etika oleh orang tua kita. Etika yang menurut gw adalah suatu nilai-nilai dan patokan berperilaku dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain, mana yang baik dan mana yang buruk. Di era digital dan teknologi tinggi kini, sadar atau tidak etika telah berevolusi. “Etika Berevolusi”.
Kalo dulu etika dikenal sebagai aturan baku yang dilakukan sebatas etika standard seperti: gimana kalo kita ketemu orang yang lebih tua? Gimana kalo kita sedang makan dengan keluarga? Bagaimana memberikan salam kepada orang yang lebih tua? Bagaimana memperlakukan anak kecil? Bagaimana bicara yang baik di telephone? Dan banyak lagi standard etika yang yang kita tahu sejak kecil, saat ini era social media, semua orang didunia ini bisa berinteraksi dan berkomunikasi secara langsung tanpa terbatas oleh jarak, waktu dan tempat.
Banyak fasilitas social media yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan IT di dunia dulu ada friendster, sakrang adala Facebook, kemudia bergeser ke twitter (mikro blogging). Social media memberikan ruang yang luas bagi para penggunanya untuk mengekspresikan apa saja yang dapat dikonsumsi oleh semua orang yang ada di dunia maya. Bahkan sarana komunikasi saat ini seperti blackbeery messenger, yahoo messenger, skype, whatsapp dll mendorong komunikasi di social media semakian meriah.
Suburnya social media dimanfaatkan oleh para komunikator dan motivator untuk beralih menggunakan social media sebagai panggung dan transportasi untuk membuat laris dagangan nya. Bahkan para politikus, marketer, pengamat politik, ibu rumah tangga, anak SD, menteri, guru sekolah, sastrawan, polisi, semua kalangan sudah mulai menggunakan social media sebagai alat dan sarana untuk berkomunikasi dan bergaul, bahkan pencitraan hehehe....