[FOOD & RESTO] Siobak Khe Lok Singaraja

Singaraja, Bali - Sebagai Ibukota pertama di Bali, Singaraja atau dikenal juga sebagai Kota Buleleng merupakan kota yang dikenal sebagai kota pelabuhan dan kota pelajar. Dahulu kala banyak sudagar dari China menggunakan pelabuhan  Buleleng sebagai transit mereka. Banyak pengaruh budaya Cina di Buleleng, salah satu nya adalah makanan Siobak.

Di Singaraja/Buleleng ini yang terkenal Siobak Khe Lok yang sudah ada sejak tahun 1963 berada di lantai dasar sebuah ruko yang berada di jalan Surapati Singaraja. Dan Syobak Khe Lok juga telah memiliki beberapa cabang di Singaraja hingga di Denpasar tapi kebanyakan mereka lebih tertarik mencoba siobak yang diracik di warung ini.  lebih otentik kayanya...

Nama Siobak “Khe Lok” diambil dari pendirinya yang bernama Tan Khelok. Bapak ini memulai usahanya di kawasan Kampung Tinggi Singaraja mulai tahun 1964. Tan Khelok wafat di tahun 1971, dan usaha dagang ini baru melejit dengan nama dagang siobak Khelok.



Sekarang Usaha ini diteruskan anak-anaknya yang tersebar di beberapa daerah di Bali.Untuk menyajikan seporsi siobak tidak memerlukan waktu lama, yang bikin lama biasa nya antrian yang memesan nya. Untuk membuat siobak, katanya daging digodok dicampur dengan kecap manis dan kecap asin, ditambah bumbu secukupnya dan ada daging yang digoreng juga.  Dan nanti air godokan daging ini dicampur dengan ramuan untuk dijadikan bumbu papar salah satu pelayan sembari mengerjakan pesanan.


Siobak ini menurut saya memang asli masakan China namun ada sentuhan sedikit masakan khas Bali nya. Seporsi siobak berisi nasi putih dengan lauk potongan daging babi, daging babi merah yang digoreng kering, jeroan dan kerupuk kulit. Pelanggan pun bisa memesan sesuai keinginan, kalo saya hanya isi daging saja tanpa jeroan atau lemak hehe....maklum harus jaga-jaga kesehatan juga hehe


Nah semua lauk ini trus disiram dengan kuah kental coklat khas dari masakan siobak. Rasa dari kuah siobak ini cukup manis dan terasa sekali bumbu yang biasa dipakai dalam masakan cina yaitu ngo hyong dan tauco, dicampur dengan sedikit tepung maizena saat memasaknya mebuat kuah ini terlihat sedikit kental. Rasa dari dagingnya juga cukup gurih dan enak, pokok nya top ddeehhhhh...

Buat yang mampir ke Singaraja/Buleleng jangan lupa mampir ya...

Cintailah Kuliner Lokal.....