[EVENT] Wisata & Hunting Buku Pasar Senen Jakarta

Seorang pedagang buku di salah satu pojokan Pasar Senen
Mungkin sebagian kita yang masa muda nya di tahun 90an, area pasar senen merupakan area dimana kita bisa hunting buku murah untuk memenuhi tuntutan sekolah atau kampus. Dulu gampang banget cari buku di daerah ini. sekaran karena untuk ketertiban, lapak-lapak buku sudah digeser dan dipindahkan ke area lain atau di geser sedikit ke sekitar belakang Pasar Senen. 

Pada bulan November 2015, gw ada kegiatan sosial dengan bentuk donasi buku. Beberapa orang menyumbang uang untuk berdonasi buku. Jadi pilihan saya ga jauh ke Pasar Senen ini. Hari Minggu yang mendung waktu itu membuat gw semangat untuk melakukan perjalanan hunting buku bersama 2 orang sahabat yang semangat juga. karena mendung mungkin perjalanan ke pasar itu menjadi nyaman dan nikmat.

Salah satu toko cabe di Pasar Senen

Bisa dibilang "wisata" pasar senen yang menarik. kenapa menarik? karena gw bisa melihat suasana diluar keseharian gw yang "kantoran" banget dan membosankan. Kehidupan pasar yang bersahaja penuh perjuangan tanpa batas sangat terasa begitu kita memasuki pintu masuk dan berjalan ditengah kebecekan pasar. Posisi area buku bekas berdampingan dengan area pasar becek yang ditengah nya ada area tempat makan berbagai kuliner, mulau Warung Lapo Batak, Warteg Jawa, Warung makan Sunda sampe mie....dan mereka berdampingan dengan akrab, bersahaja......For me this is real life...

Lapo Siantar (non halal) di pasar Senen

Buku bekas dengan kondisi yang masih layak sangat berlimpah disini. Industri dan peminat buku bekas ternyata masih hidup dan masih banyak ternyata. Ketika kita masuk ke area buku bekas banyak pedagang  dengan sigap menawarkan buku bekas nya kepada kita. Wisata Pasar Senen gw kali ini membuat gw "betah"untuk berlama-lama mengeksplore tempat ini. Gw ga terlalu banyak ambil foto untuk menghormati privacy orang yang berdagang disini. yang penting suasana yang gw rasakan happy banget...

Perburuan buku bekas pun berlanjut....dengan tawar menawar, mencari topik-topik yang menarik untuk anak, sambil menemukan beberapa buku-buku antik....

Teman gw sedang memilih diantara ribuan pilihan buku bekas


"Buku vs Gadget" seorang penunggu kios buku bekas asik bermain gadget nya

Ternyata ada kaset Warkop "pokoknya betul" 

Ngubek-ngubek dari satu toko ke toko lain mencari buku ternyata menghebihkan juga hahaha....interaksi antar pembeli dengan pemilik kios serta teman-teman pilik kios sangat akrab. Kebanyakan yang kita temui disini orang-orang dr Sumatera Utara, logat nya pun masih kental. Ga heran kalo pasar traditional itu merupakan cerminan dari Indonesia sesungguhan...setuju banget!! filosofi tetang kehidupan pasar banyak sekali yang tercermin nyata.

Bu Idah melayani kami denga happy

Setelah selesai hunting buku, kita pun tidak segera meninggalkan pasar senen, akhir nya gw memilih untuk beristirahat di warung yang ternyata nyaman banget untuk nongkrong. Warung milik sebut saja Ibu Idah ini. Warung yang sangat sederhana dan sangat strategis posisi nya terutama alirian udara nya yang pas....sejuk dan tidak pengap. teh dan kopi pun terasa ada di hotel bintang lima hahaha lebay....

Salah satu teman saya pun sibuk menggambar sketsa suasana di warung...

Bu Idah senang digambar

Pilihan saya 2 pisang, 2 bungkus kacang koro, 2 gelas teh panas yang nak banget ditemani oleh dua sahabat, yang satu suka mengggambar sketch, yang satu perokok berat, 1 orang pedagang buku yang sedang istirahat, 1 ibu pedagang pasar yang rehat juga, membuat tongkrongan kita jadi asik banget ngobrol nya hahaha....topik utama nya adalah "AHOK" hahaha dengan polos nya mereka memuji langkah-langkah gubernur Jakarta itu melakukan pembersihan di Kampung Pulo dan mereka mendukung hal itu.

Suasana sebuah dapur warung makan

Gw puas dengan perjalanan wisata sekalian hunting buku Pasar Senen, saya akan berencana untuk kembali lagi untuk blusukan lebih lama lagi dan mencari hal-hal yang baru disini. Semoga Jakarta semakin memanusiakan para pedagang disini.

Sedikit video saya bersama kawan-kawan #sayaindonesia