[FOOD] Nikmatnya Ikan Bakar Rica Sulawesi


Seafood adalah kuliner yang paling saya suka, terutama ikan. Ikan buat saya adalah makanan sehat ...saya suka semua jenis makanan berbahan ikan. Ini adalah menu ikan saya tanya pertama kali jika mengunjungi suatu resto. Di Indonesia, salah satu daerah yang kaya akan jenis masakan seafood dan bumbu nya khas banget adalah Sulewesi. Di Sulawesi ada Manado, Makasar dan ada juga daerah Ambon beberapa daerah lain yang punya ciri khas dalam memasak ikan atau seafood. Ikan bakar Makasar atau ikan bakar Manado pasti anda udah kebayang betapa enak nya aroma ikan bakar khas Makasar dan Manado.Nah atas rekomendasi teman saya wisata kuliner kali ini, saya berkesempatan untuk mengunjungi Resto Sulawesi di Kemang.


Ruang Dalam Resto Sulawesi


Saya pikir resto Sulawesi ini berkonsep seperti resto seafood pada umunya, ya seperti pakai tenda atau tempat yang sederhana, tapi ternyata saya salah. Resto ini designnya yang cukup cozy dan nyaman untuk menikmati seafood. Dengan design bangunan yang berornamen kayu hitam menambah kesal nyaman resto ini untuk dikunjungi. Parkiran nya juga luas. Kalo dari arah Kemang (Mc Donald) terus saja mentok belok kiri dan belokan pertama kanan....

Aneka Sambal Resto Sulawesi

 Menu yang pertama kali dikeluarkan oleh pelayan adalah 10 macam sambal yang dihidangkan di piring yang kecil-kecil (lihat gambar) : ada sambar Parape, sambal kecap, sambal cumi, sambal ikan teri, sambal dabu-dabu, sambal mangga camangi sambal mata, sambal petis, sambal cobek dan sambal rica-rica. yang menjadi Fav saya adalah Sambal dabu-dabu dan sambal ikan teri ini buat saya yang paling top disini



Menu yang saya pesan adalah Sayur Pocay Asparagus (Rp 52,000 per porsi), sayur ini dihidangkan panas dengan kuah yang agak sedikit kental dengan campuran sayur pocay segar dan asparagus, hampir mirim dengan sup asparagus cuma beda nya ini ada sayur nya.


Cumi Saus Padang (Rp 65,000 per porsi) menu ini menggunakan bahan baku cumi yang masih muda dan saus padang yang perpaduan antara pedas dan asam nya cukup pas dan enak sekali. Apa lagi makan nya pakai nasi yang panas.



Menu selanjutnya adalah Ikan Bakar Kuwe Bumbu Rica (Rp 200,000 per ikan - tergantung berat nya) Nah menu ini juara banget bumbu rica dahsya pedes nya, kalo makan ini anda akan terdorong untuk terus makan ga bisa berhenti, kalo berhenti mulut akan bertambah pedas. Dan ikan bakar disini menurut saya cukup enak karena tektur daging ikan nya sangat lembut dan wangi, ga over grilled (kelebiha di bakar). Manis nya daging ikan kuwe muncul dengan baik saat masuk kedalam mulut kita...hhmmmm segar...



Selain itu juga saya pesan kerang darah rebus, kalo menu yang ini ga perlu dijelaskan lagi hehe manu wajib kalo makan seafood.



Sebagai makanan penutup yang berguna meredakan rasa pedas dan panas yang tertinggal di mulut dan bibir adalah Barongko Nangka dan Es Pisang Ijo. Barongko adalah Barongko adalah makanan penutup khas daerah Bugis-Makassar berupa kue pisang yang sangat lembut. Pisang yang menjadi bahan baku utamanya di olah sedemikian rupa, daging pisang dihaluskan bersama bahan yang lain seperti telur, gula, garam dan susu bubuk, lalu dibungkus memakai daun pisang berbentuk bungkusan pecal. Cuma kalo disini dia pakai nangka.



Es pisang Hijau adalah hidangan khas dari kota aging mammiri, namun demikian hidangan ini cukup populer dibanyak daerah. Es ini terbuat dari pisang raja atau kepok, paduan pisang dan tepung beras ditambah bubur, sirop dan es serut membuat es ini benar-benar mengugah rasa. Cocok dinikmati saat udara panas. Jadi kata ijo itu bukan menunjukkan bahwa jajanan ini terbuat dari pisang hijau tetapi dari tepung pembungkusnya yang berwarna hijau dari daun pandan.

Dimana tuh Kota Anging Mammiri?
Makasar yang juga merupakan pintu gerbang Indonesia Timur punya banyak tempat bersejarah, loh! Kota yang terletak di Sulawesi Selatan sudah terkenal sejak zaman Belanda.
Suhu di kota Makasar memang agak panas karena letaknya berdekatan dengan tepi laut. Walaupun suhunya berkisar di atas 30 derajat Celcius, banyak orang yang sengaja datang ke pantai untuk menikmati angin sepoi-sepoi. Jadi, enggak heran kalau kota asal Pahlawan Sultan Hasanudin dijuluki kota anging mamiri, yang artinya hembusan angin sepoi-sepoi. Makasar berada di tepi Pantai Losari terletak di dekat jantung kota yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Pemandangan laut dari Losari terbilang indah. Di sore hari banyak warga masyarakat datang ke Pantai Losari untuk menikmati sunset tanpa dipungut bayaran

Resto Sulawesi 
Jl. Kemang Selatan Raya No 2A
Telp: 021 78833170