[Event] Aksi Belajar Bahasa Isyarat Komunitas Gerkatin & Youth for Difable



Jakarta- Sebuah pemandangan yg menarik ketika saya melewati kerumunan anak-anak muda disisi jalan Thamrin saat car free day hari ini. Pada kerumunan ini terlihat beberapa anak muda yg duduk berhadap hadapan, sekitar ada 12 kursi berjajar saling berhadapan. Masing-masing ada enak kursi masing-masing sisi. Dan saya melihat anak2 muda ini hanya saling "berpantomim" alias menggerakan tangan seperti main tebak tebakan isyarat antar teman. Saya pun menghampiri kerumunan itu.


Ternyata, mereka sedang memberikan pelatihan tentang bagaimana menggunakan bahasa isyarat kepada masyarakat yg melintas di CFD. Amazing nya lagi  enam anak muda yg sebagian menderita tuna rungu dan sebagian lagi anak muda yg sdh fasih menggunakan bahasa isyarat mengajarkan berbagai kata kata sederhana dan berkomunikasi sehari hari dgn menggunakan bahasa isyarat kepada orang-orang yang ingin belajar untuk berkomunikasi dengan bahasa isyarat.



Saya pun diberikan penjelasan oleh Cintra seorang relawan yang tergabung dalam Youth For Difable. Acara ini diselenggarakan oleh GERKATIN (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia) yg didirikan oleh seseorang yg hampir seluruh keluarga nya menderita tunarungu. Anak ini menjadi relawan untuk melakukan sosialisasi mengenai bagaimana cara berkomunikasi dengan para penderita tunarungu dengan baik dan benar.



Acara ini rutin diadakan juga di perpusatkaan Kemendikbud. Ini buat saya adalah sebuah bentuk kepedulian anak muda Indonesia yg sangat besar nilai nya. Kepedulian tanpa pamrih untuk berbagi ilmu kepada masyarakat yg normal agar dapat memiliki pengetahuan dalam berkomunikasi dengan penderita tunarungu.


Seperti kita ketahui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) penyandang disabilitas menjadi Undang-Undang (UU) pada rapat paripurna, Kamis (17/3). Dengan pengesahan tersebut, hak-hak penyandang disabilitas sebagai warga negara diharapkan dapat ditunaikan oleh negara sebagaimana mestinya.

Semoga saja ini menjadi titik terang bagi para penyandang difable untuk memperoleh hak yang setara dengan warga Indonesia lain nya.

Hari ini adalah sebuah pengalaman yg menarik dapat bertemu mereka. Anak-anak berhati mulia. Semoga Indonesia terus diperkuat dengan anak-anak seperti ini.