Tampilkan postingan dengan label wirausahawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausahawan. Tampilkan semua postingan

[PROFILE] Aneka Patiseri Dapur Iie

Jakarta, Industri kreatif tidak hanya melanda para kreator design grafis, tapi juga menulari para creator kuliner khusus nya Pastry atau patiseri merupakan salah satu pengetahuan dalam pengolahan dan penyajian makanan, khususnya mengolah dan menyajikan berbagai jenis kue. Patiseri berasal dari bahasa perancis yaitu ” pậtisserie” yang artinya kue-kue.

Industri Patiseri rumahan juga banyak dilakoni oleh para wanita Indonesia....hebat-hebat lhooo masakan nya. Salah satu industri patiseri rumahan yang Sigede temui adalah Dapur Iie (@Dapur iie). Usaha yang dimulai dari coba-coba, dari antar teman hingga marketing "mulut ke mulut"menjadi sarana utama pengembangan usaha @Dapur iie
 "Awal usaha masih bingung buat nya, scara gw kan cuma usaha rumahan, berawal dari hobby mengolah masakan" jelas Intan Arianty kepada Sigede.

Wirausaha: Sukses Bisnis "Dupa Ayur" Made Dwija Wijaya

Wisata wirausaha saya di Bali selanjutnya adalah mengunjungi usaha Bli Made Dwija Wijaya. Kisah usahanya dituturkan I Made Dwija Wijaya, pemilik usaha pembuatan dupa bernama Dupa Ayur di Denpasar. Kisah nya dari keprihatinan dan semangat untuk merubah menjadi kondisi masyarakat disekitar tempat tinggal bli Made, banyak nya kriminalitas yang berkembang dan praktek prostitusi dari para pendatang di wilayah tempat tinggal nya membuat Bli Made memutar otak untuk bagaimana cara jita untuk mempengaruhi masyarakat untuk berubah. Bli Made memulai "pergerakan" yang mengkombinasikan antara pendekatan Spiritual (bukan agama) dan Social Economic. "Kalo ekonomi nya terpenuhi maka spiritual nya akan mudah untuk diperbaiki" ujar nya.

Pria yang sangat sederhana ini merintis usaha ini pada 2003 namun baru benar-benar beroperasi secara komersial pada 2005. Keputusannya membuat usaha dupa dipicu oleh kenyataan bahwa kebutuhan dupa di Bali justru banyak bergantung dari wilayah di luar Bali. Padahal, dupa merupakan sarana penting dalam kegiatan kegamaan di Bali. “Bayangkan, setiap hari ada 10 ton dupa yang datang dari luar Bali,” tutur Made Dwija.

Wirausaha: Sukses Nyoman Gede Sumaartha Beromset Rp 9 Miliar

I Nyoman Gede Sumaartha
Perjalanan kali ini saya berkunjung ke beberapa para pejuang usaha (bisnis) yang hebat di Bali. Salah satu orang muda Bali hebat adalah bli I Nyoman Gede Sumaartha. Lima belas tahun lalu, I Nyoman Gede Sumaartha hanyalah agen untuk importir kerajinan tangan Bali yang memutuskan untuk memulai usaha sendiri. Kini, dia telah menjadi usahawan dengan omzet miliaran rupiah. Berbekal pengalaman menjadi agen yang bertugas mengawasi kualitas produk yang dihasilkan pengrajin-pengrajin kecil di Bali, Nyoman Sumaartha memutuskan untuk mendirikan CV Seni Echo pada 1998.

ENTREPREUNEURSHIP: Pak Mimin Juragan Dodol Yang Sederhana

Garut - Masih suka dengan dodol Garut kan? udah berapa lama ga makan dodol? Nahh kalo ini selain saya mengunjungi sentra usaha penyamakan kulit, saya juga datang ke salah satu pabrik pembuatan dodol dengan aneka rasa buah-buahan. Salah satu pengusaha dodol yang sukses namanya Pak Hj Mimin pemilik warga Desa Bojang Salam, Garut, Jawa Barat.

Ini adalah pertemuan saya yang ke tiga kali nya dengan Pak Mimin. Ada yang berbeda dari penampilan nya, rambut nya di cat hitam hahaha terakhir kali bertemu rambut nya sudah putih. Usaha pabrik dodolnya dimulai tahun 2000, ia terjun ke usaha ini bermodal kredit dari PT Sarana Jabar Ventura hingga saat ini. Jabar Ventura adalah salah satu perusahaan pembiayaan modal ventura yang ada di kawasan Jawa Barat. Dari usahanya, ia tak cuma mampu mengembalikan pinjaman tiga tahun berikutnya, tetapi juga memberi manfaat bagi warga desanya.

Selama menjalankan usaha dodolnya, Pak Mimin saat ini mempekerjakan 32 orang, selain itu dia juga menggerakkan sekitar 50 warga desanya. Ia sadar, banyak warga desanya tidak memiliki pekerjaan jelas. "Ada kecenderungan perempuan di sini memilih tinggal di rumah setelah menikah," ujarnya. Melihat banyak pengangguran, Mimin menawarkan kerjasama untuk memproduksi dodol.

ENTREPREUNEURSHIP: Tojiri Anak Garut Yang Sukses Bisnis Penyamakan Kulit

Tojiri bersama alat buatan & produk nya
Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sedikitnya ada sekitar 400 usaha penyamakan kulit yang biasa digunakan sebagai bahan baku jaket, sepatu tas dan aksesori lain yang melekat di tubuh. Namun, tak ada yang seinovatif Mochammad Yusuf Tojiri, 46 tahun.Sejak tahun 1992, Mochammad Yusuf Tojiri mulai usaha Endies Leather Company yang biasa disingkat Elco. Awalnya, Tojiri seorang sarjana agama disekolahkan ibunya supaya bisa menjadi guru. Padahal, keluarga nya berkecimpung dalam usaha penyamakan kulit sejak turun-temurun..

Tojiri mengamati, usaha penyamakan kulit yang dikelola keluarganya tidak mengalami perkembangan.Hasilnya, ia memutuskan untuk belajar, dengan mengikuti berbagai pelatihan penyamakan yang diadakan Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Yogyakarta. “Mulai kelihatan sejak saya mengikuti berbagai pelatihan kulit dari Balai Besar Kulit, karet dan Plastik Yogyakarta. Dari situ, saya tahu ramuan yang pas, misalnya untuk ketebalan kulit untuk jaket, sarungtangan dan assesoris lainnya,” ucap dia, saat ditemui di Kawasan Industri Penyamakan Kulit, Sukaregang, Garut, Jawa Barat, pekanlalu.

Hebat nya Elco juga memiliki 5 counter di Bali, 1 counter di Tanggul Angin Sidoarjo dan 3 counter di Garut (2 toko di Jalan Ahmad Yani). Kedua toko Endies di Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu pemasok toko-toko kerajinan kulit, bahkan banyak pelanggan industri kerajinan kulit yang berasal dari Bandung dan sekitarnya.