Tampilkan postingan dengan label Traditional Celebration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traditional Celebration. Tampilkan semua postingan

[Event] Jakarta Rayakan Cap Go Meh 2018


Jakarta - Ditengah panas nya Jakarta, saya berkesempatan untuk mengikuti perhelatan besar komunitas masyarakat Tionghoa di Jakarta. Masyarakat Tionghoa biasa memperingati perayaan Cap Go Meh atau tradisi yang dilakukan di hari ke-15 pasca Tahun Baru China. Salah satu perayaan yang cukup besar tahun ini dilangsungkan di kawasan Glodok, Jakarta, pada Minggu (4/3) dalam bentuk karnaval budaya.



Diramaikan ribuan masyarakat DKI Jakarta, karnaval Cap Go Meh yang digelar kali kedua sejak 2016 ini mengusung tema keberagaman budaya Indonesia. Selain tentunya menonjolkan ragam kesenian asli Tionghoa seperti Barongsai dan Liong, karnaval ini turut dimeriahkan dengan budaya asli Indonesia dari berbagai daerah.



Ketua Dewan Pembina Panitia Acara Festival Cap Go Meh 2018 Charles Honoris mengatakan, festival yang diselenggarakan di kawasan Glodok ini melibatkan 2.400 peserta dari berbagai latar belakang profesi, etnis, budaya dan agama.





Selain parade kebudayaan, festival yang berlangsung sejak hari Sabtu kemarin ini juga dimeriahkan oleh penjual makanan dan minuman, mulai dari kebab, kerak telor, dodol betawi, es potong, hingga Soto Lamongan.

[TRAVELING & EVENT] Serunya "Always Smile" di Little Tokyo Ennichisai Festival 2015


Kebudayaan Jepang di Indonesia masih sangat akrab didalam kehidupan masyarakat Indonesia. Melihat sejarah nya pasti banyak yang ingat kenapa budaya Jepang, mulai dari makanan, oelah raga bahkan fashion pun menjadi trend di Indonesia. Hari Mingu lalu (10/5) Sigede berkesempatan untuk jalan-jalan di Ennisichai 2015 yang baru pertama kali Sigede ikuti.

Festival Kampung Betawi di Kota Tua Jakarta

Perguruan Silat Betawi
Seperti yang dilansir Tempo, pemerintah DKI Jakarta akan menggelar festival budaya dengan tema "Kampung Betawi di Kota Tua." Acara yang digelar pada 16 dan 17 November 2013 ini akan menyulap wajah kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat, yang kuat unsur kolonial dengan wajah Betawi.

"Akan ada festival-festival kebudayaan yang menunjukan ciri khas budaya Betawi," kata Kepala Bidang Pengelolaan Daya Tarik Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Ida Subaedah, di Balai Kota pada Rabu, 13 November 2013.  Acara ini akan digelar di sepanjang kali di Kota Tua karena Taman Fatahillah sedang dipugar.

Ida mengatakan acara yang pertama kali digelar ini akan menjadi festival yang unik. Ia memberi contoh misalkan bangunan kolonial akan dihiasi ornamen Betawi. Selain itu, kesenian yang ditampilkan pun akan berciri khas Betawi. Stan akan didesain berbentuk rumah tradisional Betawi. Targetnya ada 10.000 pengunjung selama dua hari acara.

Ayooo pada dateng yuk...pasti seru nih. Apa lagi kalo pake sepedah krn pasti akan ada kepadatan lalulintas.

Malioboro Festival, Yogyakarta

Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta akan menggelar kegiatan panggung rakyat di sepanjang Malioboro sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-257 kota tersebut. Panggung rakyat akan berada di jalur lambat.

Ruas jalan yang menjadi ikon wisata Kota Yogyakarta, Jalan Malioboro, akan ditutup total pada Minggu (6/10/2013) mulai pukul 19.00 WIB hingga tengah malam karena akan digunakan sebagai panggung rakyat.

Selama penutupan jalan, Satlantas Polresta Kota Yogyakarta direncanakan menerjunkan 80 petugas yang akan dibantu 20 petugas dari Dinas Perhubungan, ditambah sekitar 100 petugas Jogoboro dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro dan didukung pengamanan dari Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta serta komunitas setempat.

Pitra Yadnya (Pengabenan) I Ketut Sumanasa : Medeeng (Kirab) Adat

Bali, Setelah proses persiapan sarana dan prasarana Ngaben, acara selanjut nya yang tidak kalah seru nya adalah Medeeng (baca: "Med'eng). Acara ini semacam kirab yang diikuti oleh keluarga d penyelenggara Ngaben yang di dahului oleh barisan para muda mudi yang belum menikah alias lajang dan anak-anak kecil dengan baju adat lengkap di barisan paling depan. Sedangan barisan paling belakang ada "Gender"atau Gamelan yang di bawa oleh sekelompok orang yang mengiringi jalan nya kirab ini.  Barisan paling depan sekali ada rombongan anak-anak yang membawa penjor kecil.

Pitra Yadnya (Pengabenan) I Ketut Sumanasa : Ibu - Ibu dan Banten Upacara

Salah satu kegiatan yang cukup seru untuk diikuti dalam tradisi budaya Hindu Bali adalah mempersiapkan seluruh prasarana sembahyang dalam bantuk banten (berbagai macam simbol dan persembahan) yang nanti nya akan digunakan sebagai sarana upacara. Banten ini merupakan simbol sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME atas semua karunia dan memohon agam perjalan upacara dan leluhur bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Pitra Yadnya (Pengabenan) I Ketut Sumanasa : Masak Bersama

Selain prasarana fisik yang dipersiapkan, unik nya bidaya di Bali adalah semua nya dikerjakan secara bersama-sama gotong royong. Kitaa sebagai pihak pemiliki hajatan akan mengundang semua warga desa untuk partisipasi dalam persiapan acara Ngaben ini, tapi untuk timbal balik nya pihak pemilik hajatan mempersipakan makanan dan minuman untuk para pekerja.

Bahkan untuk mempersiapkan makanan nya pun dilakukan secara bersama-sama, kami menyediakan satu meja besar untuk digunakan sebagai tempat mempersiapkan bumbu-bumbu masak nya. Satu meja berisikan 10-20 orang sedangkan meja yang disediakan berjumlah 1o meja. jadi bisa kebayangkan kalo masak nya barengan kaya apa seru nya haha...

Pitra Yadnya (Pengabenan) I Ketut Sumanasa

Bali - Selama seminggu lalu saya pulang ke Bali untuk menjalani prosesi Ngaben. Ada 3 orang yang di Aben: kakek, nenek dan adik kakek saya. Kakek saya I Ketut Sumanasa sudah 3 tahum lalu meninggal dengan kondisi sedang tertidur di usia tepat 100th, nenek saya Ni Nyoman Ragi sdh berpulang 10th lalu dan Ni Ketut Rebo adik kakek saya sudah 14 tahun lalu wafat. Karena ayah saya adalah anak pertama laki2 dari 9 bersaudara maka kesepakatan keluarga akan diadakan prosesi Ngaben 25-31 September lalu di Bali.

Jalan2Culture: Wayang Beber Kontenporer Ramaikan Hari Raya Saraswati 2013

Bersama Peradah Indonesia, Komunitas Wayang Beber Metropolitan dan para donatur acara

Jakarta, Sabtu (12/01) lalu adalah perayaan hari raya Saraswati bagi umat Hindu Indonesia. Hari Saraswati jatuh setiap 210 hari sekali dan dirayakan dengan mempersembahkan bebantenan, rangkaian janur sebagai lambang bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hari Saraswati kali ini jatuh sehari setelah hari Suci Siwaratri, hari perenungan dosa yang pelaksanaannya juga berlangsung secara khidmat. Umat Hindu mempercayai hari Saraswati adalah turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia untuk kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan meningkatkan keberadaban umat manusia.

Jalan2Budaya: Odalan Pura Dalam Banyuning Singaraja, Bali


Singaraja, Bali - Odalan atau piodalan pada hakikatnya adalah peringatan hari kelahiran (hari jadi) sebuah pura, semacam perayaan ulang tahun kalau pada manusia. Kalau pada manusia, hari jadi atau ultahnya diperingati berdasarkan perhitungan saat kelahiran menurut penanggalan (hari, tanggal, bulan dan tahun). Saat gw di Bali gw juga mengikut serangkaian upacara adat dalam perayaan Odalan Pura Dalam di Desa Banyuning. Pura Dalam ini adalah tempat ibadah umat Hindu Bali untuk menyembah fungsi Sang Hyang Widhi yang berfungsi sebagai Dewa Siwa. Pura Dalem dan Pura Mrajapati memang berbeda dengan status Pura Kahyangan lainnya, karena Pura Dalem dan Pura Mrajapati ya memang Pura yang berkaitan dengan ‘kematian’.Dalam paham ini tidak selamanya kematian dan stula sarira yang mati dipandang sebagai ‘leteh’ dengan pengertian bahwa stula sarira juga adalah ‘milik’ Sanghyang Widhi, yang tidak digunakan lagi oleh roh/ atman. Jadi harus tetap dijaga dan diproses pengembaliannya kepada Panca Mahabhuta. Dalam tradisi beragama Hindu di Bali, setiap orang yang akan melakukan Pitra Yadnya, selalu membawa simbol-simbol roh ke Pura Dalem.

Pada acara odalan ini banyak sekali tradisi yang dilakukan oleh warga Desa Banyuning ini...antara lain persembahyangan bersama, tari-tarian, berbagai macam persembahan, dan permainan traditional lain nya bahkan ada juga judi tradisional pun digelar di halaman Pura. Seru lah pokok nya...

Jalan2Budaya: Gong Kebyar Hadir di Desa Banyuning

Bali - Beberapa hari lalu (Senin,26/11) gw sempat pulang ke Bali untuk menghadiri penyerahan program bantuan corporate social responsibility (CSR) Perusahaan Pengelola Aset (PPA) di desa gw di Bali. Kebetulan bertepatan dengan odalan (ulang tahun)  Pura Desa Banyuning di Singaraja, Bali. PPA memberikan bantuan seperangkat gong kebyar  (perangkat gamelan khas lengkap) kepada Desa Banyuning untuk digunakan sebagai bagian upaya pelestarian budaya. Momentum ini cukup mengejutkan dan sangat membanggakan sebagai warga Desa Banyuning buat gw karena baru kali ini desa gw mendapatkan perhatian sebesar ini.

Acara peresemian dan penyerahan program CSR PPA ini dilakukan di pelataran Pura Desa Banyuning, Pura yang sudah berumur kurang lebih 250 tahun dan telah menjadi tempat ibadah warga desa Banyuning selama 5 generasi turun temurun. Proses penyerahan gong kebyar ini dihadiri oleh Boyke Mukijat - Dirut PPA, I Nyoman Sutjidra - Wakil Bupati Singaraja, Kompol T. Widodo - Kapolres Singaraja dan I Wayan Karya - Tokoh Masyarakat Banyuning dan Made Sudhiadnya -Perwakilan Pembuat Gong Kebyar bersama seluruh warga Desa Banyuning.

Jalan2Seni: Kidung Sufi "Samudera Cinta" Candra Malik

Mengenal seorang Candra Malik merupakan kehormatan bagi saya, diawali pertemuan tidak sengaja di suatu cafe dikawasan kuningan dikenalkan oleh Cisca DV seorang bloger asik gw dikenalkan dengan sosk Candra Malik yang kesan pertama orang nya seram dengan tampilan rambut gondrong, kumis dan jenggot yang serba panjang...hhmmm wahh ini kalo ga preman, ya aktivis atau seorang wartawan hahaha....tapi setelah ngobrol ternyata kesan seram pun sirna haha...ternyata orang nya sangat humble, sederhana, asik diajak ngobrol, dan suaranya pun halus hehe...kemudian komunikasi nya pun sering kita lakukan di twitter (@gdsuhendra, @candramalik)...seiring berjalan nya waktu akhir nya gw baru tahu kalo beliau ini adalah seorang seniman besar beraliran sangat plularis dan menjunjung tinggi keberagamaan, kesederhanaan, dan kesetaraan sesama manusia apapun agama nya dan dari suku manapun....gw melihat sosok Gus Dur di Candra Malik...


Konser Kidung Sufi "Samudera Cinta"

Jalan2Budaya: The Single Largest Buddhist Temple in the World

Indonesia patut berbangga, salah satu candi peninggalan sejarah, yaitu Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, resmi menjadi candi Buddha terbesar di dunia. Hal ini resmi dikeluarkan oleh Guinness World Records 27 Juni kemarin, di London, Inggris.Mereka menetapkan "The Single Largest Buddhist Temple in the World", julukan yang saat ini diberikan kepada Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Guinness World Records resmi mencatat Borobudur sebagai candi Buddha terbesar di dunia.

Jalan2Budaya: Solo Batik Festival

Ini dia event tahunan yang gw belum sempat-sempat untuk gw hadiri "Solo Batik Carnival" gw selalu mengikuti berita nya yang seru dan penuh warna warni batik-barik unik, Solo sudah berhasil mengangkat batik sebagai produk kebanggaan masyarakat Solo dan Indonesia sebagai produk yang go Internasional, beriut berita nya :

VIVAlife - Ribuan warga Solo membanjiri Jalan Slamet Riyadi untuk menyaksikan Solo Batik Carnival. Merekka antusias melihat kostum batik hasil kreasi peserta karnaval. Pawai tersebut juga diikuti Putri Indonesia, Maria Selena. Berdasarkan pantauan, warga masyarakat mulai memadati Jalan Slamet Riyadi sekitar jam 18.00 WIB.

Sedangkan karnaval baru dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Karnaval tersebut diawali dari Stadion Sriwedari Solo. Selanjutnya, para peserta melakukan performing berkeliling di depan para tamu yang duduk di tribun maupun VIP stadion tersebut. Usai melakukan performing di dalam stadion, peserta Solo Batik Carnival langsung melanjutkan pesta kirab tersebut di sepanjang Jalan Slamet Riyadi hingga Balaikota Solo. Even tahunan yang dimiliki Kota Solo ini memang berciri khas batik. Terutama memadukan kain batik menjadi sebuah kostum yang unik dan menarik. Kostum tersebut merupakan hasil kreativitas masyarakat Solo.
Info selengkapnya...

Jalan2Budaya: Persembahan Karya Terbaik Masyarakat Bali

Salah satu budaya asli Bali - Bali Aga
DENPASAR, KOMPAS.com--Masyarakat Bali dalam menjalani kehidupan sehari-hari berusaha mewujudkan keseimbangan antara kebutuhan material dan spiritual sehingga mampu mempersembahkan karya-karya terbaik. "Karya terbaik dalam kehidupan sehari-hari itu berupa rangkaian janur, kombinasi dengan bunga dan kue (banten) yang selanjutnya mendasari seni budaya Bali," kata Guru Ashram Vrata Wijaya Denpasar Sri Hasta Dhala, Jumat.

Ketika menerima kunjungan 12 mahasiswa University of Western Australia (UWA) yang didampingi Prof Dr Paul Trinidad, ia mengatakan, membuat kombinasi bunga dan kue bagi masyarakat Bali, khususnya wanita merupakan kebudayaan ibu. Oleh sebab itu wanita Bali wajib belajar dan memiliki keterampilan membuat berbagai jenis banten, karena hal itu sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. "Masyarakat Bali dalam mempersembahkan banten dibuat yang paling indah, minimal sesuai hati yang bersangkutan, disamping kegiatan itu dilakukan secara tulus iklas," ujar Sri Hasta Dhala yang juga dihadiri ratusan siswanya.

Berita selengkapnya...

Jalan2Event: Ini Dia Cerpen Pilihan Kompas 2011

Para Tokoh seni, budaya, dan kesusastraan yang tampil di acara Anugerah Cerpen Pilihan KOMPAS 2011
Beberapa waktu lalu gw berkunjung ke kantor redaksi KOMPAS dikawasan Palmerah untuk menghadiri acara "Kamisan", acara internal para karyawan dan awak media KOMPAS yang menghadirkan beberapa pembicara untuk diskusi beberapa topik ringan dan menarik, gw sempatkan menghampiri sahabat saya Bli Putu Fajar Archana (Editor Kompas Minggu) yang sedang sibuk melakukan pekerjaan nya....saat itu lah sahabat saya ini menyampaikan undangan acara "Peluncuran Antalogi Cerpen Pilihan KOMPAS 2011 & Pembukaan Pameran Ilustrasi Cerpen 2011"...wahh ini dia acara yang gw tunggu-tunggu sebagai penikmat seni dan sastra.

Jalan2Event: Pesta Kesenian Bali ke 34 (The 34th Annual Bali Arts Festival )

Foto: Berita Daerah
Salah satu event yang seru minggu lalu adalah Pesta Kesenian Bali XXXIV yang diselenggarakan di Ardha Candra, panggung kesenian terbuka di Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar Bali. Acara yang bertemakan Paras Paros: Dinamika dalam Kebersamaan"dan diresmikan oleh Presiden Minggu malam lalu (10/6) menhadirkan berbagai macam kesenian khas yang berasal dr berbagai daerah di Bali. Pesta Kesenian Bali ini akan berlangsung hingga 9 Juli 2012 mendatang. Saat ini salah satu budya yang sedang menjadi dorotoan dunia adalaj budaya subak, yang  merupakan manifestasi dari filosofi masyarakat Bali yang telah masuk dalam daftar warisan dunia. Keberlangsungan dan regenerasi pelaku budaya asli Bali perlu mendapatkan perhatian yang serius dari seluruh elemen masyarakat Bali ditengah gencar nya gempuran budaya luar yang kian mengikis budaya asli. Semoga saja Bali bisa tetap menebarkan virus-virus kedamaian dan keberagaman melalui seni dan budaya.

Jalan2Event: Newyorkarto Goyang Jakarta

courtesy solopos.com
Minggu lalu ada pagelaran musik hiphop yang unik, unik nya adalah hip hop yang dibawakan dengan menggunakan Bahana Jawa dan  nama Grup musik hip hop nya berasal dari komunitas Jogjakarta Hip Hop Foundation. Dan ini adalah konser mereka yang bertajuk NewYorkarto di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (27/4). Konser hip hop ini memadukan antara musik hip hop dengan alunan musik gamelan. Acara  ini juga diramaikan budayawan seperti Butet Kartaredjasa, Soimah Pancawati, Iwa K, dan Saykoji.

Jalan2Budaya: Jelang Perayaan Nyepi di Jakarta

Besok masyarakat Hindu di seluruh Indonesia akan memperingati hari raya Nyepi 1934 sedangkan hari ini akan ada acara pawai Ogoh-Ogoh di Monas, Jakarta yang akan diikuti oleh masyarakat sekitar Jabodetabek. Acara hampir dipastikan akan meriah dengan adanya pawai Ogoh-ogoh pada Kamis , 22 Maret 2012 pukul 16.00 WIB.

Ogoh-ogoh adalah merupakan simbol angkara murka dan nafsu negatif yang ada di bumi ini yang diterjemahkan dalam bentuk patung raksasa dengan bermuka seram, dan ini lah yang harus dikalahkan oleh sebagian umat Hindu untuk melawan hawa nafsu dan angkara murka untuk mencapai kehidupan yang damai dan sesuai Dharma. Ogoh-ogoh ini akan dimusnahkan sebagai simbol perlawanan.

Acara yang diperkirakan akan dihadiri oleh 6000 orang akan mengahdirkan 20 Ogoh-ogoh serta 6 Barongsai dan 10 Ondel-ondel dari komponen kebudayaan masyarakat lokal. Untuk mengusung 1 ogoh-ogoh diperlukan hampir 100 orang, 50 orang yang akan menggotong dan sisanya yang menjadi mengiringi dengan tarian dan gamelan.

Rencananya acara ini akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo serta beberapa tokoh umat Hindu dan lintas agama.

Indahnya Kebersamaan.....Semoga Damai Menyertai Kita Semua

Jalan2HariRaya: Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1934

Jalan2 Si Gede mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi untuk saudara-saudara yang merayakan nya. Semoga Nyepi membawa kita kepada pencerahan akan pribadi yang lebih baik untuk sesama, alam dan Dharma. Awigenamastu Namo Sidam