[Resto & Kuliner] Meriah nya Kota Tua dan Historia Cafe

Suasana Minggu Malam di Pelataran samping Museum Fatahillah Jakarta

Baru kali ini saya menjelajah kawasan Kota Tua di Jakarta di malam hari. Cuma kali ini saya mencoba mengikuti kata hati saya untuk sekali-kali mengunjungi tempat yang belm pernah saya lakukan. Ya jadi lah wisata Kota Tua di malam hari.

Di kawasan Kota memang banyak menyimpan warisan sejarah dan budaya dari masa lampau. Tak aneh jika kemudian kita mengenalnya sebagai kawasan cagar budaya dengan nama ‘Kota Tua’ Jakarta. Penamaan Kota Tua merujuk pada daerah yang dulu dikenal sebagai Oud Batavia (Batavia Lama) masa Kompeni atau VOC Belanda. Dimana daerahnya dikelilingi dinding tembok tebal dan tinggi serta parit yang dalam dan lebar. Kota berati tempat yang dibentengi (Sangsekerta).


Ramai nya halaman depan Museum Fatahilah, Jakarta

Konon Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pasti banyak cerita dan rahasia dibalik mesuem ini...

Street Show di halaman Musem, serem juga yah

Dan Ternyata oh ternyata...untuk menuju kawasan ini di hari Minggu malam tidak terlalu ramai dan padat seperti di hari biasa. Justru kepadatan ada di pelataran di depan Museum Fatahillah. Ramai sekali dengan orang bersantai ria bersama keluarga, teman-teman maupun dengan  pacar...hahaha banyak sekali saya liat pasangan-pasangan yang sedang mojok di kegelapan....iya sayang banget penerangan di kawasan ini kurang sekali, jadi terlihat kurang bagus estetika kawasan ini di malam hari.

Foto spot dengan ornamen mobil VW Beetle

Salah satu tujuan saya kesini selain melihat kehidupan malam di kawasan ini, saya ingin mengunjungi beberap tempat wiskul yang menarik, salah satu yang saya kunjungi adalah Historia Cafe & Bar. Tempat ini jika di lihat dari luar telihat vintage banget dan didalam nya terlihat ornamen interior yang menarik untuk dimasuki.

Entrance ke Historia Resto

Jika dari arah Museum Fatahillah, saya mengarah ke bagian kiri belakang Museum. Historia Food and Bar berada di nomor tiga setelah Bangi Kopi Tiam dan Kedai Seni Djakarta. Hampir seluruh bangunan disini seluruhnya berciri heritage. Tapi, Historia kuat banget ciri Indonesia tempo doeloe nya.

Interior Historia Cafe

Begitu kita akan memasuki tempat makan nya kita akan melalui semacam lorong yang kanan kiri nya tertaata koleksi berbagai produk kalengan tempo doeloe. Yang Konon lantainya masih berbahan ubin tua yang diketahui tertanam pasca 1920 lalu. Edan, udah berapa orang yang melewati ubin ini pikir saya.

Interior Historia Cafe

Walaupun dari luar tampak seperti bangunan bersejarah, tapi setelah mengalami modifikasi setahun lalu tempat ini terasa sangat nyaman dan homey, ruangan telihat lebih cerah dan terang walaupun dimalam hari.

Bar Historia Cafe
Untuk menu nya saya coba Bandeng Bakar sambel matah...ini enak banget. Boneless Bandeng dan enak banget bumbu ikan bakar nya apa lagi ditambah sambel matah nya wuuaahhh sayang makan nya malam hari hahaha ga bebas....kalo teman-teman mai kesana mesyi coba ini atau Ayam bumbu kecombrang rekomen deh disana. Harga nya ga mahal kok ga sampai Rp 50,000 per porsi nya. Ya ok lah antara harga dan rasa, seimbang...


Untuk Minuman nya saya mencoba yang segar-segar karena malam saat saya berkeliling kawasan ini panas banget. Nama minuman berjenis moctail ini adalah "Si Kuil Sherly"campuran soda dan buat strawberry dan cherry. seger banget....harga nya cuma Rp 38,000.



Historia Food & Bar Kota
Taman Fatahillah, Jl. Pintu Besar Utara No 11, Kota, Jakarta
021 31760555